19 Maret 2009
Sekitar pukul 19.00-20.00 HPku bergetar, dan ternyata ada MC dari adekku. Karena penasaran, aku sms dia dan menanyakan ada apa, sejenak hatiku was-was (jangan-jangan ada kabar buruk dari rumah), tapi ternyata tidak ada apa-apa. Pipit hanya sedang bingung menghadapi ujian tanggal 23 April nanti, ujian penentuan kelulusan. Aku berpesan agar dia berikhtiyar, berdoa dan jangan pernah berani sama orang tua (durhaka). Dia takut tidak lulus karena nilai TOnya kurang memuaskan meskipun lulus, dia minta tolong untuk dibelikan buku detik2. Namun aku berpesan padanya agar dia berusaha untuk belajar meski dalam keterbatasan.
Setelah bincang-bincang tentang persiapan ujian, aku coba menanyakan kembali cita-citanya karena selama ini setiap kali aku bertanya tentang masalah ini tidak ku dapatkan jawaban yang jelas. Jawabannya terkesan simpel namun membuatku tersenyum dan bangga dengannya. Ini cuplikan sms jawaban atas pertanyaanku kepadanya :
” Jujur ya mbak, aku pengen menjadi anak, istri, ibu dan menantu yang baik. He…nggak bermutu banget ya mbak?Eh tapi disamping itu juga jadi orang sukses.”

Mungkin untuk sebagian orang terkesan simpel, karena setiap wanita sebagian besar adalah seorang anak, yang nantinya akan menjadi seorang istri, ibu dan menantu. Tapi akan terasa dalam jika keinginan itu muncul dalam benak seorang anak yang usianya belum genap 18tahun, yang mana masih banyak sekali kesempatan yang bisa dia raih kedepannya. Sebenarnya keinginan seperti ini juga dimiliki oleh banyak orang tapi keinginan yang terlontar dari adikku ini memberikan beban tersendiri bagiku untuk memberinya pengarahan agar dia dapat mewujudkan keinginannya. Meskipun aku sendiri belum menikah tapi aku punya tanggungjawab moral untuk membantunya mewujudkan cita-citanya ini. Biarpun sebelumnya aku ngotot ingin agar dia melanjutkan kuliah dulu dan tidak berpikir untuk menikah dulu. Namun aku tidak bisa memaksanya untuk mengikuti keinginanku semata tanpa didasari niat dari dirinya sendiri.
Berhubung aku sedang terhubung dengan internet, seketika itu aku mencari informasi mengenai istri solehah, untuk nantinya kuberikan padanya saat pulang nanti.
Ya Allah, berilah kemudahan kepada hamba untuk dapat membimbing adik-adikku yang sangat aku sayangi.
Ini sedikit hasil downloadku tentang istri solehah :
Kiat menjadi istri solehah
1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak
menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu
membuat suaminya bahagia.
2. Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh
sang suami.
3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana
ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu
kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.
4. Pilihlah waktu ynag tepat untuk meluruskan kesalahan suami.
5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut
kekurangan suami anda kepada orang lain.
6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang
anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.
7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang
ada pada laki-laki tersebut.
8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.
9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya
dan ucapan yang disenanginya pula.
10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling
menghormati dalam semua urusan.
11. Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.
12. Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan
materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.
13. Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia
bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.
14. Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.
15. Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesutu
kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah
untuk diingatkan.
16. Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda
dan ia tidak suka melihatnya.
17. Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya
anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda
duduk mendengarkannya.
18. Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami,
tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.
Ummu Salma 1 dari 2 23/03/2007
http://www.ummusalma.wordpress.com
Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah
19. Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah,
baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong
anda mendahulukan pendapatnya.
20. Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan
jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.
21. Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya
sekalipun kepada kedua orang tuanya.
22. Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya
dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.
23. Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya
kewajiban untuk menjenguk bersamanya.
24. Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang
disenangi suami anda.
25. Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar
dengannya.
26. Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.
27. Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu,
karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya.
28. Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.
29. Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah
menjadi suamimu.
30. Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia
berdosa.
31. Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan
menangis ketika dia gembira.
32. Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.
33. Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yng dirasakan
sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.
34. Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.
35. Jauhilah sifat dusta karena hal itu kanmenyakitkannya.
36. Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib
anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.
37. Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuau
kepadamu.
Sumber: “Nasehat kepada para Muslimah”, bagian kedua, Fathi Majdi as-Sayyid., Pustaka
Arafah, Cetakan I: April 2001/Muharram 1422H, hal.66-70
Assalamualaikum
38. Menyegerakan “?”, agar poin 1-37 tidak terlewatkan
he..
Wa’alaikumsalam wr. wb. Maybe bs juga sich kiat yang antum tambahkan itu dimasukkan tapi masih nunggu restu ortu dulu. Hehehehehe