Ku biarkan angin pagi menyapu wajahku yang masih digelayuti rasa kantuk
Ku biarkan matahari yang masih enggan menampakkan sinarnya menorehkan sibarnya di rona wajah ini
Rintik hujan masih menyisakan kisahnya di malam pelita yang terlewati
Dan kesejukan pagi mengingatkan bahwa esok telah dijelang kembali
Dan sebuah sejarah telah terukir kembali
Tubuh enggan menapaki hari namun hati berbulat bahwa hari ini kan ku toreh kisah lebih bermakna
Raga masih terseok dan lemah namun jiwa harus bangkit dan bangunkan angan yang semalam tertidur dalam buaian mimpi
Mata sayup enggan terbuka namun buliran rintik hujan yang tersisa memaksaku untuk sadar bahwa pagi telah ku jelang lagi
Wahai Sang Maha Membolak-balikan hati
Tak selamanya pagi kujelang dengan rona rupawan yang menghangatkan hati
Engkau begitu kuasa mengubah dengan sekejap sebuah hati yang tenang dalam pagi yang sejuk
Engkau koyak dengan sedikit rasa tegang yang berkecambuk
Dengan sedikit coba kau uji hati yang begitu tenang di depan semua mata yang memandang
Hingga sebuah khilaf terjadi meski itu bukan yang pertama kali
Hingga tersakiti sebuah hati yang telah membesarkan jiwa ini
Hamba hanya berharap ini yang terakhir kali
Ya Robb…
Jadikan goyahan hati kecil yang dialami sepotong hati di pagi ini sebagai sebuah sentilan untuk terakhir kali
Karena kami tahu dan sadar Ya Robb
Bahwa Engkau titipkan kesabaran yang besar pada kaum kami
Bahwa Engaku pikulkan pada pundak kami sebuah amanah yang mulia
Bahwa Engaku telah percayakan sebuah pengasuhan dalam pelukan kami
Terima kasih ya Robb atas semua ilmu yang begitu berharga dalam lembaran-lembaran sejarah hidup yang kami lalui hari demi hari…