RSS

Arsip Kategori: Bekal Kerja

Apa ya tipe kepribadianku? Tengok bentar yuk…

Untuk dapat memilih profesi yang cocok bagi diri kita perlu sekiranya kita tahu tentang tipe kepribadian yang ada pada diri kita, meskipun tidak selamanya hal itu akan cocok dengan kenyataan yang nantinya terjadi. Namun tidak ada salahnya jika kita menambah pengetahuan kita mengenai tipe kepribadian, disamping kita menekuni bidang yang telah kita lakoni selama ini.

Berikut ini informasi mengenai tipe kepribadian menurut MBTI :

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka : apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer, dokter, atau bos mafia? Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by pada Mei 19, 2009 in Bekal Kerja

 

Tips Membuat Surat Lamaran Kerja

Beberapa tips melamar pekerjaan :

  1. Lamar pekerjaan yang anda minati dan yakin mampu melaksanakan.
  2. Buatlah surat lamaran yang terkesan individual/personal khusus untuk perusahaan yang dimaksud jangan membuat surat lamaran yang sudah diformat secara standard atau meniru /jiplak mentah-mentah dari buku
  3. Usahakan surat tsb singkat , faktual dan menarik dengan bahasa yang jelas dan penampilan yang menarik dalam arti : rapi ( tidak ada kesalahan dalam ejaan atau tatabahasa), bersih ( tinta hitam diatas kertas putuh, jangan ada koreksi seperti tippex atau perbaikan dengan pensil/bolpoin sebaiknya ketik dan cetak ulang saja ) dan selalu berusaha ditujukan kepada seseorang tertentu ( nama dan /atau jabatan yang spesifik ).
  4. Surat lamaran maksimal hanya satu halaman, selalu disertai resume/ C.V. (curriculum vitae) anda dan memberi impresi pertama yang positif tentang anda
  5. Resume /C.V. anda sebaiknya memberi detil tentang dirimu mencakup latar belakang pendidikan, ketrampilan-ketrampilan yang anda miliki, pengalaman kerja ( full-time atau part-time atau free lance yg memberi anda kompetensi tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan ), aktivitas (organisasi, masyarakat, olah raga ,dsb) dan prestasi – prestasi ( disekolah maupun luar sekolah) yang pernah anda raih. . Ciri resume / C.V. yang baik adalah : rapi, simpel, jujur dan akurat . Sebaiknya bersih dan disusun agar penyampaian informasi menarik dan mudah dibaca. Berilah jarak ( margin) pada semua sisi resume/c.v anda sebesar 1″ ( minimal 1/2″ kalau anda kekurangan space untuk mengisi informasi tentang diri anda.) Bagian putih ini membuat resume anda menarik, bersih dan mudah dibaca sekaligus memberi tempat bagi pembaca untuk membubuhkan catatan langsung pada resumemu. Gunakan kertas dan tinta yang sama dengan surat lamarannya.
  6. Proof read ulang surat lamaran dan resume/C.V. anda Pastikan bahwa tidak ada kesalahan Tipografis, tatabahasa/ grammar, bahasa yang diulang-ulang/repetitif,layout yang kurang rapi (miring atau tidak lurus) ataupun kesalahan lain. Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan
  7. Silahkan membaca buku/literatur yang tersedia di toko-toko buku ato di internet. Banyak yang mengulas cara-cara dan kiat yang efektif dalam menulis surat lamaran , resume/C.V. maupun wawancara.

Jangan menganggap bahwa dengan mengikuti tips ini maka lamaran kerja anda akan diterima oleh perusahaan dimana anda melamar. Semua kembali kepada rejeki yang Allah berikan kepada kita.

Bagi yang lagi ngelamar kerja semoga sukses :)

 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 28, 2008 in Bekal Kerja

 

Seputar Wawancara

Wawancara adalah Seni Berkomunikasi

Wawancara yang efektif adalah merupakan suatu seni berkomunikasi. Di mana pewawancara dan orang yang diwawancarai mengerti apa yang dimaksud masing-masing pihak. Hal ini adalah inti dari keberhasilan wawancara tersebut. Anda dapat bayangkan apabila anda di posisi pewawancara jika menghadapi lawan bicara anda ditanya dan tidak menjawab sepatah kata pun juga, maka anda akan gusar dan akan jenuh bahkan jengkel menghadapinya.

Begitupun juga apabila menghadapi orang yang diajak bicara dengan pertanyaan satu jenis kalimat tetapi ia menjawab 10 jenis kalimat, dapat dibayangkan bahwa betapa kesal dan jengkelnya diri anda.

Tetapi lain halnya apabila anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara dengan “kooperatif”, dengan kata lain menjawab pertanyaan dengan baik dan sesuai kandungan jawaban yang diharapkan dari pertanyaan yang diajukan.

Dan juga yang terpenting adalah tidak memotong pembicaraan pada saat pertanyaan dan pernyataan diajukan kepada anda dari pewawancara tersebut. Kendalikanlah diri anda sebaik mungkin, meskipun anda tidak sependapat dengan pewawancara apalagi kalau hal tersebut adalah sebuah jebakan yang di sengaja. Dan tetaplah selalu waspada dan bijaksana. Pada intinya adalah pewawancara ada pada posisi yang selalu menang.

Hilangkan perasaan grogi dengan cara sebagai berikut :

  1. Apabila anda merasa tegang, maka anda dapat menarik nafas dalam-dalam. Jangan gugup, tetapi harus tenang, bila gugup, apa yang ditanya tidak dapat keluar sepatah kata pun dari mulut anda.
  2. Motivasi diri anda sendiri “Aku harus bisa”, maka anda akan hadapi semua permasalahan dengan optimis dan berpikir positif.
  3. Hilangkan beban yang menghimpit anda saat wawancara, karena hal ini akan mengganggu jalannya wawancara.
Sikap Ketika Menghadapi Wawancara

Pada saat anda dipanggil untuk melakukan wawancara, sikap anda harus dijaga dan tidak perlu berlebihan, misalnya berjalan seperti orang yang ketakutan, dengan posisi terlalu merunduk bagaikan pelayan yang akan menghidangkan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa anda bukanlah orang yang tepat untuk memulai suatu karir. Tetapi anda pun jangan membusungkan dada atau terlalu santai, sehingga terkesan sombong. Bersikaplah wajar dan sederhana, seperti ketika anda bertamu, wajar saja tanpa harus dibuat-buat.

Kemudian ucapkan salam sambil berjabat tangan dan tersenyum kepada pewawancara. Pada saat anda berjabat tangan usahakan jangan terlalu kencang menggenggam sehingga si pewawancara merasa kesakita, tetapi juga jangan terlalu ringan atau hanya menempel saja, hal ini tidak memberikan kesan apa-apa. Tetapi yang harus diperhatikan adalah jabat tangan dengan tegas dan kedua tangan bertemu penuh. Hal ini dapat menunjukkan karakter seseorang, oleh karena itu biasanya bagi seseorang yang optimis dan enerjik, cara berjabat tangan pun akan tegas dan tidak ngambang.

Pada saat anda dipersilakan duduk, duduklah dengan sopan, tegak tetapi tidak terkesan menantang. Juga jangan terlalu menunduk. Pandangan ke arah pewawancara. Juga jangan terkesan menantang.

Selamat mencoba.
 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 28, 2008 in Bekal Kerja

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.